6 Manfaat Tak Terduga Daun Kelor, Bisa Menurunkan Kolesterol

Daun kelor atau Moringa oleifera diakui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tanaman ini mengandung tinggi antioksidan dan senyawa lain yang dibutuhkan tubuh.  Sejauh ini, para ilmuwan telah membuktikan enam manfaat daun kelor, mulai dari mengurangi peradangan sampai dengan membantu menurunkan kolesterol.

Di Indonesia, daun kelor sering dikonsumsi sebagai sayur. Tapi karena khasiatnya yang banyak, mulai banyak orang yang mengolahnya menjadi makanan lain, seperti puding atau keripik. Bahkan, kini tersedia bubuk daun kelor yang dijual dalam bentuk kapsul sebagai suplemen. Kandungan nutrisi yang tinggi ini menjadikan daun kelor sebagai alternatif untuk memenuhi masalah gizi di negara-negara berkembang.

Dikutip dari Health Line, berikut enam manfaat daun kelor yang didukung oleh penelitian ilmiah.

1. Bergizi tinggi

Hampir semua bagian pohon ini bisa dikonsumsi atau digunakan sebagai obat tradisional, terutama daun dan buahnya yang mirip kacang polong. Selain disukai banyak orang, daun dan buahnya mengandung banyak vitamin dan mineral.

Satu cangkir daun kelor segar mengandung protein 2 gram, vitamin B6 19 persen dari angka kebutuhan gizi atau AKG, vitamin C 12 persen dari AKG, besi 11 persen dari AKG, vitamin B2 11 persen dari diet yang direkomendasikan, vitamin A 9 persen dari AKG, dan magnesium 8 persen dari AKG. Namun, jangan harap daun kelor kering atau suplemennya mengandung nutrisi yang setinggi ini.

Kandungan vitamin dan mineral buahnya tidak setinggi daun kelor, tapi kaya akan vitamin C. satu cangkir biji kelor mengandung 157 persen dari AKG.

Sayangnya, daun kelor juga memiliki kelemahan yaitu mengandung kadar antinutrien tinggi yang dapat mengurangi penyerapan mineral dan protein.

2. Kaya antioksidan

Antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan stres oksidatif beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Selain vitamin C dan betakaroten, daun kelor juga mengandung quercetin yang dapat membantu menurunkan tekanan darah; juga asam klorogenik yang dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan.

3. Menurunkan gula darah

Kadar gula darah yang tinggi pada pasien diabetes dapat memicu masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung. Beberapa penelitian yang dimuat di National Center for Biotechnology Information atau NCBI menunjukkan bahwa kelor dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, sebagian besar bukti didasarkan pada penelitian pada hewan. Hanya beberapa studi berbasis manusia yang ada, dan mereka umumnya berkualitas rendah.

4. Mengurangi peradangan

Peradangan sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera, tetapi dapat menjadi masalah kesehatan jika terus berlanjut. Peradangan yang berkelanjutan bisa memicu penyakit serius seperti jantung dan kanker. Para ilmuwan membuktikan bahwa daun kelor dan buahnya mengandung senyawa antiinflamasi yang dapat mengurangi peradangan, seperti hasil penelitian yang dipublikasikan di Pharmaceutical Bilogy pada 2009.  Namun sejauh ini, studi baru terbatas pada penelitian tabung dan hewan. Perlu penelitian lebih lanjut tentang efeknya untuk manusia.

ADVERTISEMENT

5. Menurunkan kolesterol

Penelitian pada hewan maupun manusia membuktikan bahwa daun kelor memiliki efek menurunkan kolesterol, menurut penelitian yang terdaftar di NCBI. Untuk diketahui, kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

6. Penawar racun arsenik

Makanan dan minuman sangat mudah terkontaminasi arsenik, termasuk jenis beras tertentu. Dalam jangka panjang, paparan racun ini bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk kanker dan jantung. Beberapa penelitian pada tikus membuktikan daun kelor dan buahnya dapat melindungi tubuh dari efek keracunan arsenik. Sayangnya efek yang sama belum diteliti untuk manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *